Jare Suratku untuk Sahabat


Alhamdulillah, di setiap masa aku punya sahabat dari dulu hingga sekarang. Aku bahagia jika aku mendengar kalian sehat dan baik-baik saja. Sahabatku dimasa lalu, aku tahu sesekali pasti kalian mengingatku. Dan sahabatku yang sekarang, terima kasih karena mau menjadi temanku.

Jika arti hadirku penting, kalian pun pasti memahami bahwa aku tak selamanya bisa hadir. Maaf jika aku mengecewakan....

Ayo kita berteman tapi jangan saling mengurusi hidup masing-masing, kamu tak harus selalu ada disampingku begitu pun aku. Aku pun tak akan menuntut kamu untuk membantuku ketika aku susah. Kita punya hidup masing-masing, impian yang berlainan, jalan hidup yg berbeda, dan takdir yang tak sama. 

Berbahagialah karena melihatku sehat dan baik-baik saja, itu sudah cukup bagiku dan aku tak akan menuntut lebih dari itu.

Aku hanya mampu mendengar keluh kesah kalian,  ikut bersedih ketika kalian susah, memberi saran jika kalian memang membutuhkannya, mencoba menegur ketika aku pikir itu salah. Namun setiap pilihan keputusan adalah milik kalian dan hak kalian, aku pun akan mendukung selama tidak merugikan teman yang lain.

Aku tak pernah menuntut kalian untuk seperti aku, begitu pun aku tak bisa dituntut untuk menjadi seperti kalian. Bayangkan kalau di hidup ini sahabatku seperti aku semua? Dari fisik, mental dan perilaku.

Hal yang membuat kita bersama adalah saling mengerti, menghormati dan mencoba saling memahami. Kemudian kopdar ketika muka kita pucet dan butuh piknik. Hahaha

Jare Cukup Dengarkan Aku


Sayang! Kalau aku punya masalah dengan temanku, kamu cukup dengarkan cerita dan semua keluh kesahku. Kamu tidak perlu ikut pusing memikirkan masalahku dengan mereka, kamu hanya perlu memberiku saran terbaikmu. Dan kamu tak punya hak membenci mereka ataupun berpihak padaku. 

Kalau kamu benci, alasanya apa? Mereka tidak bermasalah denganmu. Kalau kamu berpihak padaku, kenapa? Aku pun manusia yang tak mungkin selalu benar.

Jika sampai itu terjadi, kamu yang akan rugi! Seiring berjalannya waktu masalahku dengan temanku sudah selesai, sementara kamu masih membenci mereka. Rugi kan? 

Seiring berjalannya waktu kebenaran akan terungkap dan ternyata akulah yang bersalah, kemudian aku minta maaf. Sementara kamu menanggung malu karena telah berpihak padaku, itu juga rugi kan?

Bijaklah dalam bersikap! Karena dalam hidup, kita sama-sama belajar menangani masalah dengan baik agar tidak ada yang dirugikan. Kamu adalah diriku, aku sayang kamu :-)

Jare pernah menundukkan kepala


Aku pernah menundukkan kepala agar diakui orang lain, tapi apa hasilnya? Kerugian hidup dan tekanan batin.

Aku menundukkan diriku karena berpikir mungkin dengan berbuat seperti itu orang akan berubah menjadi baik padaku dan menerimaku, tapi kenyataan yang aku terima tidak seperti itu. Aku tetap rendah  di mata mereka.

Aku mengalami banyak kerugian karena hal itu, kesedihan dan rasa percaya diriku hilang. Aku berjuang keras dan berusaha sabar. Perlahan-lahan aku sadar bahwa apa yang aku lakukan adalah salah, kemudian aku mulai tunjukkan siapa diri ini dan bertahan dari segala fitnah.

Dari situ aku belajar agar tidak melakukan kesalahan dua kali dengan menundukkan kepala didepan orang yang kita anggap penting. Menjadi diri sendiri itu penting! Kamu ya kamu, bukan orang lain.

Orang mau menerima kekuranganmu atau tidak itu bukan kesalahanmu, yang terpenting adalah kamu tidak merugikan orang lain dengan menjelek-jelekkan orang itu agar kamu dipandang baik. Kamu tidak perlu lakukan itu, itu adalah cara licik seseorang yang tidak bisa menghargai sebuah hubungan pertemanan atau hubungan lainnya.

Ulang tahun grup satu hati yang ke 3 bagian 2



Acara ulang tahun grup satu hati Tegal - Slawi pada tanggal 15 Januari 2017 sekaligus kopdar yang diadakan setiap 4 bulan sekali. Kali ini video ketika acara inti yaitu Doa sebelum tiup lilin dan potong tumpeng.

Jare Ulang tahun satu hati ke 3 bagian 1



Acara peringatan ulang tahun grup satu hati Tegal - Slawi yang ke 3 di desa kesuben tepatnya di rumah mas La Roybafih, tanggal 15 Januari 2017. DIbuat ketika para member baru datang, karya miftah miftah salam.

Jare masalah hidup

Ini hanya masalah hidup
Siapa yang datang
Dan siapa yang pergi
Siapa yang bertahan
Dan siapa yang menghindari

Meski silih berganti
Bahagia seakan hal yang langka
Dan luka tetaplah luka
Menyakitkan yang seakan terasa selamanya

Hidup ini....
Tidak selamanya ada bahagia
Airmata pun takkan selamanya
Namun seakan tangisnya abadi

Ini hanya sedikit goresan dari seseorang yang sering tersakiti.

Jare jangan meremehkan

Satu hal yang harus selalu aku ingat, jangan pernah meremehkan siapapun karena kita tidak tau melalui tangan siapa Allah akan memberikan pertolongan-Nya.

Jadi, belajarlah menghargai orang lain dan berilah perhatian yang tulus.